Jalan Bah Serempah Hancur, Diduga Gusti Martarosa Kotak Pendora Mr. “N”

instagrid_201738142059327

TOSKOMI.COM || Aceh Tengah (8/3) Masyarakat Kampung Bah Serempah Kecamatan Ketol protes ata pembangunan ruas jalan yang di bangun oleh BPBD Aceh Tengah.

Hal ini dikarenakan pembangunan baru rampung dikerjakan pada Desember 2016 lalu, kini jalan itu kembali hancur.
Kondisi jalan saat ini juga bergelombang dan beberapa titik ditemukan bahu jalan yang amblas. Belakangan diketahui, proyek jalan itu dibangun dengan pagu anggaran Rp1,8 miliar.

Sementara volume panjang jalan diketahui 1.400 meter dan lebar 3 meter. Anggaran tersebut bersumber dari APBN dengan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan atau PPTK-nya dari BPBD Aceh Tengah. Jalan tersebut dibangun dalam rangka mempercepat akses transportasi menuju ke Desa Bah dan Desa Serempah setelah direlokasi pascagempa pertengahan 2013 lalu.

Aparat desa Serempah, mengaku banyak warga mempertanyakan kualitas jalan yang baru rampung dibangun itu. Hal ini dirasakan langsung oleh masyarakat setempat karena jalan yang dibangun dari anggaran pusat ternyata hasilnya sia sia alias Habis di korupsi oleh oknum pejabat Aceh tengah.

Toskomi.com mendapat informasi dari pejabat BPBD Aceh Tengah saudara Gusti Martarosa, bahwa Sementara proyek rekonstruksi jalan Bah-Serempah itu telah diserahterimakan pada bulan Desember 2016 lalu.

Dia menilai berdasarkan peninjauan pasca serahterima, persentase kerusakan jalan tersebut mencapai 30 persen. Namun, pihaknya masih menangguhkan 5 persen dari total anggaran Rp1,7 miliar selama proses pemeliharaan berakhir hingga Juni 2017 ini. "Proyek itu mulai dibangun Juli 2016 lalu, dan setelah serahterima, kontraktornya juga sudah memperbaiki jalan itu sebanyak dua kali. Nanti kita suruh perbaiki lagi kalau ada yang kurang," kata Gusti Martarosa.

Dia mengatakan proyek pembangunan jalan tersebut dikerjakan CV Bicer Sara Ine dengan menggandeng konsultan dari Bima Cipta.

Menurut Gusti, proyek pembangunan jalan tersebut sudah sesuai spesifikasi. Pasalnya, sebelum proyek itu dikerjakan, pihaknya telah melakukan uji laboratorium terhadap material yang digunakan. "Jenis aspalnya Latasir dengan ketebalan aspal 2 cm. Bahu jalan juga begitu, nggak sama ruasnya, ada yang 20 dan ada yang 30 cm," ujar Gusti. Ia menilai, kerusakan jalan lintas menuju Desa Bah-Serempah itu akibat tonase atau beban berlebihan kendaraan yang melintas. Apalagi, kata Gusti, di sana saat ini sedang ada pembangunan infrastruktur. (D23)

Komentar

Loading...