PLN Lakukan Pungli 1 Juta 800 Ribu Terhadap Korban Gempa Gayo

IMG-20170307-WA0004

TOSKOMI.COM || Aceh Tengah (7/3) Sulastri (35) warga Kampung Relokasi Serempah Kecamatan Ketol mengeluh karena merasa ditipu oleh pihak rekanan PLN.

Sulastri menjelaskan bahwa sejak gempa yang melanda desanya (2/7/2013) listrik ke rumahnya tidak pernah dipasang. Hal ini dikarenakan alat meteran yang dahulunya pernah dibeli suaminya saat gempa yang lalu tanpa sebab yang jelas diambil serta-merta oleh petugas PLN. Kemudian setelah relokasi desanya selesai dirinya dan beberapa warga disana diharukan untuk membayar uang instalasi listrik sebesar Rp.1.700.000 harga kontan dan Rp.1.800.000 untuk cicilan dua kali bayar.

Sulastri keberatan dengan hal tersebut karena menganggap alat yang sudah diinstalasi sebelumnya masih utuh namun diambil oleh petugas PLN lalu kemudian dirinya harus membeli untuk yang kedua kalinya. "Kami musibah, anak saya yang paling besar meninggal dunia waktu itu namun masih ada orang yang tega mempermainkan kami" curhatnya dengan mata yang berlinang air mata.

Ibarat jatuh tertimpa tangga pula itulah kata yang berulang ulang kali dikatakan Sulastri kepada Toskomi.com. "tidak ada yang tulus membantu kami, listrik kami diambil, jalan kami juga asal asal".

Sulastri juga menjelaskan setelah gempa terjadi suaminya (Bukhari) sangat terpukul karena anak perempuanya menjadi korban waktu itu. Dirinya juga saat ini bekerja menjadi pekerja kebun warga lainya (mangan ongkosen) jadi sangat berat apabila harus membayar uang instalasi yang sangat besar tersebut.

Tidak sampai disitu. Sulastri juga telah berulang-ulang kali di janjikan menjadi menjadi salah satu anggota program keluarga harapan, namun yang terjadi sampai saat ini dia tidak pernah mendapatkan sesuai dengan janji pihak yang mendatanya. "kartu keluarga sudah saya serahkan, kata pekerja mereka disini datanya sudah masuk ke pusat. namun danaya belum sampai sampai saat ini saya sempat neminta Kartu Keluarga saya kembali dari kantor camat" ujarnya. (Z90)

Komentar

Loading...