Samsuddin : Berharap Transisi Kukuasaan Nasaruddin Berakhir Happy Ending

instagrid_20173618453427

TOSKOMI.COM || Aceh Tengah (6/3) Ketua Komisi A terpilih Samsuddin, S. Ag berharap kekuasaan Pemerintah yang dipimpin Nasaruddin yang akan habis beberapa bulan kedepan berakhir bahagia (Happy Endings).

Hal tersebut disampaikan Samsuddin kepada Toskomi.com di ruang kerja barunya. Samsuddin menjelaskan agar pemerintah saat ini berakhir bahagia, Nasaruddin harus memastikan agar pelayanan terhadap publik dapat dimaksimalkan sebagaimana mestinya.

Samsuddin mengecewakan pemerintah melakukan pembiaran disegala sisi dan disegala sektor. "teradap genangan air dijalanan dan jalan yang berlubang sepertinya ada kesan pembiaran, seharusnya pemerintah tanggap melakukan pembenahan dan seharusnya ditangani sesegera mungkin" tuntutnya.

"seyogyanya pemerintah saat ini melakukan upaya untuk menjaga stabilitas baik antara Eksekutif dan Legislatif maupun Pemerintah dengan rakyat mengenai pelayanan unum. Jangan seolah-olah akan segera lengser malah melakukan pembiaran-pembiaran" tambanya.

Samsuddin juga menjelaskan kedepan Komisi A akan membentuk Kelompok Kerja (Pokja) untuk memaksimalkan pengawasan terhadap kinerja pemerintah sesuai tupoksi Komisi yang dia pimpin. "pokja tersebut akan melibatkan Inspektorat, BPN dan lending sektor terkait sesuai kebutuhan".

Terhadap proses Sidang Paripurna AKD (3/3/2017), Samsuddin menjelaskan bahwa tidak ada hambatan berarti dalam sidang tersebut. "perjalanan sidang mulus sebagaimana mestinya, karena kita sudah komunikasikan hal ini sejak awal".

Ditanya soal wacana pembentukan Fraksi baru beliau menjawab normatif "kemarin sempat berkembang wacana pembentukan fraksi oleh kawan-kawan dari Grindra, namun aturan menyatakan pembentukan Fraksi hanya dapat dilakukan sekali dalam priode DPRK".

Samsuddin juga menjelaskan tantangan komisi A sangat berat diantranya menuntaskan pemekaran Kampung dan Kecamatan. Ditambah lagi dengan tapal batas Kampung, kecamatan, kabupaten saling tumpang tindih. "57 kampung pemekaran kan juga saat ini PR kami, 5 Pemekaran Kecamatan juga masih Gantung, dan tapal batas Kampung-kecamatan-kabupaten juga belum jelas" tutupnya. (Z90)

Komentar

Loading...