Pemerintah Aceh Tengah Lalai, Bakso Babi Seruduk Konsumen

IMG-20170302-WA0004

TOSKOMI.COM || Aceh Tengah (2/3) Beredarnya bakso babi membuat konsumen terutama para penikmat bakso resah. Ketua Gerakan Mahasiswan Nasional Indonesia (GmnI) cabang Aceh Tengah Asra Arisah Pitra meminta agar pemerintah berikap proaktif dalam melindungi konsumen.

Pemerintah harus proaktif untuk melindungi konsumen, karena masyarakat cenderung bersikap pasif. Semua hal terkait keamanan pangan sudah dipercayakan kepada pemerintah, misalnya saja terkait kadarlaursa yang biasanya diurus oleh Badan POM, dan sertifikasi halal yang menjadi urusan MUI. Tegas Asra

"dalam hal ini kenapa begitu mudah nya pemasok daging lewat begitu saja masuk ke wilayah gayo dan ini adalah bentuk kinerja pemerintah yang kecolongan dalam mengurus masalah pangan yang beredar pada saat ini".

Dengan ditetapkannya tersangka pada salah satu rumah industri bakso/penggilingan bakso yang beralamat di kampung belang kolak 2, kami berharap Dinas Pertanian Aceh Tengah dan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM juga kepada dinas terkait agar  rumah industri yang lain juga di pantau jangan sampai pemerintah kecolongan dan jangan tebang pilih dalam memberantas kejahatan pangan demi kemaslahatan umat.

Kita juga mengecewakan Pemerintah Daerah abai mengawasi HO (izin gangguan) yang telah mati 2 (dua) tahun namun usaha tersebut masih berjalan. Hal itu mengindikasikan pemerintah daerah tidak serius melindungi konsumen. Untuk itu kepala dinas harus menanggung sebagian dari dosa pedagang bakso babi tersebut dan layak mengundurkan diri dari jabatan tersebut. Ungkap Ketua GMNI Cabang Aceh Tengah Asra Arisahpitra

Komentar

Loading...