Baru Kali ini Pilkada Aceh Tengah Ternyata Tidak Berakhir Di MK

Edy Linting dan Imanuddin

TOSKOMI.COM || Aceh Tengah (1/3) Pengajuan Permohonan Perselisihan Hasil Pilkada serentak 15 Februari 2017 yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi berdasarkan Lampiran Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 3 Tahun 2016 dimulai dari tanggal 22 Februari 2017 dan akan berakhir pada malam ini tanggal 28 Februari 2017 Pukul 00.00 WIB.

Menurut pantauan wartawan Toskomi.com melalui Website resmi Mahkamah Konstitusi hingga waktu Pengajuan Permohonan Perkara berakhir yang diajukan berjumlah 41 Perkara.

Dari jumlah tersebut 9 diantaranya dari Provinsi Aceh yang berujung ke MK, yaitu Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Nagan Raya, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Pidie, Kabupaten Aceh Singkil, Kota Langsa, Kabupaten Aceh Barat Daya dan Kabupaten Bireun.

Kabupaten Aceh Tengah dikabarkan akan ada Calon Bupati/Wakil Bupati yang mengajukan Permohonan Perselisihan hasil Pilkada, namun berdasarkan daftar para Pemohon yang tertera di dalam website Mahkamah Konstitusi hingga waktu berakhir tidak satupun pemohon yang berasal dari Kabupaten Aceh Tengah.

"Hasil Pilkada Aceh tengah merupakan hasil Pilkada yang bersih tanpa money politik, kemenangan yang di raih oleh SHAFDA adalah hasil yang dapat diaku oleh rakyat bahwa baru kali ini ada kandidat di Aceh tengah yang maju sebagai calon kepala daerah tanpa menggunakan politik uang bisa menang dari lawan lawannya yang di duga kuat melakukan money politik". Tutur Imanuddin Sebagai Politikus Aceh Tengah dan sekaligus penasehat FORKAB Aceh Tengah

Komentar

Loading...