Usman Nuzully sebut program Muchsin Hasan “Cet Langit”.

6711A75E-2983-418F-8C5E-91865C7172CD-628-00000087243EE522_tmp

TOSKOMI.COM || Aceh Tengah (9/2) Paslon nomor urut 1 Usman Nuzzuly menyebutkan Program Paslon nomor urut 2 Muchsin Hasan dan H. Taufik "cet langit". Usman menyebutkan hal itu dalam sesi debat antar calon Debat Publik Calon Bupati/Wakil Bupati Aceh Tengah Tahun 2017-2022. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh KIP Aceh Tengah Pukul 15:00 Wib (7/2/2017).

Dalam sesi itu Usman Nuzzuly diberikan kesempatan untuk bertanya kepada Paslon Nomor 2. Usman Nuzzuly menggunakan kesempatan bertanya yang dimilikinya mengenai Program Mesjid Raya Terapung, Kereta Gantung, dan Dry Port yang disebutkan Paslon Nomor 2 di Gedung DPRK beberapa waktu silam.

Sementara masa pendukung kandidat yang lain bersorak sehingga suaranya pun terdengar sampai kedalam gedung tersebut. Sementara paslon yang lain tampak tidak bisa menyembunyikan senyuman kecil mereka.

H.Taufik mencoba menjelaskan pertanyaan tersebut dengan perumpamaan perjalanan ke bulan. "kalau kita lihat sekilas memang program ini cet langit, namun secara logika tower besi yang di gunakan untuk kereta gantung tersebut hanya menelan biaya 1,5 Milyar pertiang, jelas ini lebih murah dari pada Jalan Hot-Mix" Jelas mantan Sekda Aceh Tengah Tersebut.

Taufik Juga seakan mengajak masyarakat untuk berfikir imajinatif "dulu orang mau ke bulan aja diketawai orang" jelasnya dengan maksud menjelaskan bahwa ketiga programnya tadi bisa terwujud.

Mengenai Mesjid Raya terapung taufik menjelaskan maksud dari pada programnya adalah mesjid di penang "saya fikir kita semua disini pernah ke penang dan Malaysia” ucapnya.

Sementra mengenai dry port, Taufik mencoba menjelaskan namun dihentikan oleh moderator karena waktu 1 menit yang digunakan sudah habis.

Sementara saat memberikan tanggapan terhadap program tersebut, Usman menyangkal hal tersebut dengan persfektif keadaan APBK dan keadaan masyarakat Aceh Tengah saat ini.

"APBK tidak sanggup membangun sarana seperti ini, Mesjid Raya yang sudah ada saja masih terbengkalai" dalam artian belum juga siap siap ujarnya disertai sorak pengunjung dari luar.

Sebelumya Taufik sempat menyinggung bahwa Paslon nomor 1 berasal dari Jakarta dan tidak paham daerah. (D23)

Komentar

Loading...