Drs. Shabela Abubakar ; Program 2 hektar lahan per KK untuk menciptakan keadilan pemilikan lahan bagi keluarga petani yang tidak memiliki Lahan.

IMG_1076

TOSKOMI.COM || Aceh Tengah (9/2) Walaupun Debat Publik yang di selenggarakan oleh KIP Aceh Tengah pada tanggal 7 Febuari 2017 sudah berlalu, namun masih menyisakan diskusi - diskusi di warung kopi maupun media sosial. Sebagai warga warung kopi dan juga aktif di medsos, tentunya mau tidak mau pembahasan debat kandidatpun menjadi perhatian saya.

Namun menurut saya diskusi-diskusi yang dibangun harusnya untuk mencerdaskan, mulai bias makna karena saya perhatikan pola diskusi-diskusi, baik di warung kopi maupun medsos, tidak lagi mengarah untuk memahami visi, misi dan program unggulan kandidat, namun lebih pada ingin menonjolkan kandidat yang di usung, dan menyerang kandidat lain secara membabi buta tanpa menganalisis secara ilmiah..tapi itulah dunia politik, syaitan dan malaikat menjadi abu-abu di dalamnya.

Sebagai mahasiswa dan juga aktivis, saya tertarik mendalami informasi Program lahan 2 hektar per KK yang di usung oleh SHAFDA (Shabela Abubakar dan Firdaus) paslon Bupati dan wakil bupati nomor urut 5, yang mencuat dalam debat publik PEMILUKADA Kabupaten Aceh Tengah. Menurut saya, kandidat pengusung program ini berani, apakah yang menjadi landasan gagasan program ini?, kemudian saya mencoba membuat janji dengan bapak Shabela Abubakar untuk berdiskusi tentang program lahan 2 hektar per KK. Tulisan ini rangkuman cerita dari diskusi saya dengan bapak Shabela Abubakar.

Selama 5 tahun terakhir tercatat peningkatan jumlah penduduk hampir 20.000 jiwa, yaitu pada tahun 2010 sebanyak 176.476 jiwa menjadi 196.090 jiwa pada tahun 2015. Sedangkan dalam setahun terakhir saja peningkatan jumlah penduduk sudah lebih dari 3.800 jiwa, dari tahun sebelumnya yaitu tahun 2014 sebanyak 192.204 jiwa. Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi jika tidak diikuti strategi kebijakan yang tepat tentunya akan memberikan dampak yang kurang baik sehingga menimbulkan berbagai permasalahan, baik masalah ekonomi, sosial, dan kriminal.

Menurut data BPS 2016 (Aceh Tengah dalam Angka 2016), jumlah angkatan kerja di Aceh Tengah sebanyak 98.908 jiwa, dan bekerja di sektor pertanian sekitar 56 persen. Penduduk Aceh Tengah yang berada dalam garis kemiskinan umumnya bekerja sebagai petani. Lahan pertanian (perkebunan dan tanaman pangan) jika kita bagikan ke seluruh KK di Aceh Tengah, maka rata-rata akan mendapatkan 2 hektar/KK. Namun ketika kita melakukan kunjungan ke lapangan, kita temui masih banyak KK berprofesi petani memiliki lahan di bawah 1 hektar, bahkan ada yang bekerja dan tinggal di lahan orang lain, karena tidak memiliki lahan sendiri. Hal ini menjelaskan bahwa, ada tidak keadilan pemilikan lahan pertanian.

Program pemerintah tentang pembebasan lahan selama ini hanya dinikmati oleh orang lingkaran penguasa dan kelompok tertentu. Rakyat kecil selalu hidup numpang di lahan orang, mirisnya jika berbeda pilihan politik dengan pemilik lahan, mereka akan di usir. Sampai kapan nasip mereka harus selalu terjajah karena nafsu prilaku politik. Menurut saya, seluruh rakyat Aceh Tengah berhak diperlakukan secara adil dalam kebijakan untuk kesejahteraan.”Pungkas DEDI”

Oleh karena itu, gagasan Program 2 hektar lahan per KK tujuannya untuk menciptakan keadilan pemilikan lahan bagi keluarga petani di Aceh Tengah. Jika Bapak Shabela Abubakar menjadi bupati Aceh Tengah periode 2017 – 2022, pasangan “SHAFDA” berkomitmen mencanangkan program pembagian lahan 2 hektar per KK baru dan KK yang belum punya lahan, untuk menciptakan keadilan lahan bagi rakyat Aceh Tengah. Tanpa melihat apakah KK tersebut memilih “SHAFDA” ataupun tidak.

Namun harus diingat syaratnya KK baru dan atau belum punya lahan sama sekali. Masalah regulasi dan ketersediaan lahan, saya sudah berkonsultasi dengan beberapa pakar ahli bahwa kita masih memiliki lahan untuk itu. “Cetus Aktivis Mahasiswa STIKES YPNAD Yang Menirukan Ucapan Shabela Abubakar”. (D23)

Komentar

Loading...