Kasus Korupsi Dana Masjid 10 Milyar Di Bener Meriah “HILANG” Dari Kantor Kejaksaan Negeri Redelong

IMG_0559

TOSKOMI.COM || Redelong (18/1) Kali Ini lembaga Kejaksaan Negeri Bener Meriah di sorot oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) terkait kasus korupsi yang stagnan di lembaga penegak hukum yang di pimpin oleh Bambang Panca, SH.

Mulyadi selaku Sekretaris Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sekaligus Sekjen Aliansi Parlemen Jalanan (ASPAL) melalui pers rilisnya kembali mempertanyakan janji kejaksaan negeri redelong terkait Pemotongan Dana Pembangunan Masjid di Bener Meriah senilai 10 Milyar tersebut yang hingga saat ini belum juga dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) di Banda Aceh.

"Masyarakat Bener Meriah sampai saat ini belum menerima informasi apapun terkait pelimpahan kasus tersebut ke tahap persidangan, kami juga menyayangkan sikap aparat penegak hukum khusnya Kejaksaan Negeri Bener Meriah yang kami nilai bekerja lambat dan terkesan ada permainan" Cetus Aktivis GMNI ini Mulyadi Ganyong

Salah satu bukti kekhawatiran kami atas lambatnya kasus ini adalah tersangka Utama pelaku pemotongan dana masjid tersebut kembali di Lantik sebagai Pejabat di salah satu SKPK di ruang lingkup pemerintahan kabupaten bener meriah beberapa Minggu yang lalu oleh PLT Bupati Bener Meriah.

Sementara janji perwakilan Kejaksaan Negeri Bener Meriah tersebut menyatakan melalui melalui kasi Pidum Kardno SH berjanji akan segera melimpahkan kasus tersebut pada pertengahan bulan Januari 2017 kepengadilan tindak pidana korupsi di Banda Aceh karena berkas tersebut telah dinyatakan lengkap atau P21. Terang Mulyadi Yang Juga Sekjen "ASPAL"

Selain itu badan legislatif bener meriah melalui wakil ketua 1 yaitu darwinsyah berjanji akan selalu mengawal kasus tersebut sampai dilimpahkanya kasus tersebut kepengadilan tindak pidana korupsi di Banda aceh pada pertengahan Januari 2017, Tapi kenyataanya janji anggota Dewan Tersebut hanya janji Palsu tidak Ada realisasi “DPRK BM GATOT” Dan mereka anggota Dewan BM layak di berikan OBAT “KUAT”. Terang Mulyadi Kepada Toskomi.com

Kita berharap kepada Kajari agar menepati janjinya dan tidak mengulur- ulur waktu lagi karena kasus tersebut sudah hampir 4 tahun lamamnya mengendap di institusi penegak hukum kejaksaan Bener meriah.

Kami sangat berharap penegakan hukum di bener meriah harus berjalan cepat demi tegaknya supremasi hukum di kabupaten yang berpenghasil kopi ini, karena masih banyak kasus kasus korupsi yang harus juga di tangani di bener meriah seperti Dugaan Pemotongan Gaji Pegawai kesehatan oleh pejabat dinas kesehatan Bener Meriah, Dugaan Pungli di institusi pendidikan, Dugaan penyelewengan Dana Desa Dan Dugaan Honorer Fiktif di SKPK Bener Meriah. (D23)

Komentar

Loading...